Orientasi Lapangan Peserta DIKLATPIM IV KALSEL

qert qwert25/9/2014

Kelurahan Tlogomas, Kamis 25/9/2014, menerima kunjungan 30 peserta Diklatpim tingkat IV Kalimantan Selatan. Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Badan Diklat Provinsi Kalsel Drs Wahyuddin MAP diterima oleh Lurah Aryadi Wardoyo SSTP MSi, di Gedung Pertemuan Kelurahan Tlogomas Malang.
Kunjungan ini merupakan kegiatan orientasi lapangan (benchmarking) bagi para peserta Diklatpim seusai pelatihan, mengumpulkan data untuk dianalisis dan dipelajari bagaimana meningkatkan kapasitas pelaksana sehingga Kelurahan Tlogomas bisa menjadi juara pertama lomba kelurahan tingkat nasional meraih penghargaan Adikarya Bhakti Praja.
Dipimpin oleh Asisten I Dr M Aswan, sebanyak 15 pejabat SKPD (satuan kerja pemerintah daerah) bidang pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan Pemkot Banjarbaru Kalimantan Selatan ikut menyertai rombongan peserta Diklatpim.
Lurah Tlogomas memaparkan posisi strategis wilayah Kelurahan Tlogomas yang terletak di jalur utama yang menghubungkan Kota Malang dengan Kabupaten Malang dan Kota Batu, dengan luas 167 hektare dan penduduk 13 ribu jiwa lebih ditambah sekitar 10 ribu mahasiswa pendatang dari berbagai daerah, sehingga Tlogomas layak disebut sebagai miniatur Indonesia.
Dipaparkan juga 8 indikator potensi yang dicapai Kelurahan Tlogomas dalam bidang: pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, kamtibmas, partisipasi masyarakat, pemerintahan kelurahan, lembaga kemasyarakatan, serta pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.
Beberapa prestasi menonjol di antaranya: Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) holistik yang memadukan kegiatan posyandu anak-anak maupun lansia dengan taman toga (tanaman obat keluarga); Bank Sampah yang mengelola sampah dari masyarakat sebagai tabungan dan secara kolektif hasilnya dipergunakan untuk pembayaran iuran BPJS 200 orang; Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) komunal dengan satu septik tank bersama yang terhubung dengan wc-wc rumah tangga, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar secara sembarangan.
Dalam bidang ekonomi masyarakat, banyak peluang usaha yang dapat dimanfaatkan warga Tlogomas, antara lain: membuka kos-kosan untuk mahasiswa dan pelajar, kuliner, perdagangan umum, kerajinan suvenir berbasis keramik, produksi kompor bio-mass, produksi tong sampah dan gerobak sampah, proses daur ulang plastik, kerajinan batik, kerajinan bunga kering, produksi aneka keripik, kerajinan tas kulit, produksi jamur dan olahan jamur.
Beberapa produk unggulan itu dipamerkan dan mendapatkan perhatian cukup besar dari peserta kunjungan.
Salah satu kelebihan Kelurahan Tlogomas menurut Lurah Aryadi Wardoyo, meskipun berstruktur perkotaan tapi adat istiadat masih tetap dipegang teguh oleh masyarakatnya, seperti tradisi gotong royong, kerja bakti dsb. Semua kebijakan yang menyangkut kepentingan bersama selalu dibahas dalam Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) yang melibatkan semua unsur masyarakat. [Far]

Bagikan informasi ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *