Peta Kerawanan Tlogomas

Banjir dan longsor

Wilayah Kelurahan Tlogomas yang memiliki wilayah dengan topografi mendatar tidak terdapat pegunungan maupun perbukitan dilewati oleh Sungai Brantas dan Sungai –sungai kecil.Bencana banjir yang diakibatkan meluapnya Sungai Brantas di wilayah Kelurahan Tlogomas khususnya RW. 05 dan RW. 07 hampir tidak pernah ditemui karena daerah aliran sungai tidak terhalang sampah maupun endapan sehingga kedalaman sungai cukup mampu menampung luapan air pada musim hujan, begitu pula dengan bahaya longsor dapat diantisipasi dengan menanam tanaman penghijauan pada bantaran sungai yang dilaksanakan oleh masyarakat sekitar bersama dengan aparat kelurahan dengan bibit diperoleh dari Dinas Pertanian, Dinas Pertamanan maupun pemeliharaan masyarakat yang berkesinambungan untuk pelestarian pohon-pohon penghijauan yang tumbuh disekitar bantaran sungai.

Namun demikian pada wilayah RW. 07 terdapat endapan pasir maupun walet serta gerusan air pada tepian sungai menimbulkan pendangkalan sungai sehingga pada saat musim hujan air tidak tertampung dan akhirnya menimbulkan luapan kedaerah pemukiman warga.

Genangan

Genangan sesaat pada musim hujan di wilayah Kelurahan Tlogomas diakibatkan oleh kapasitas dan daya tampung drainase/ saluran tidak memadai disamping banyaknya saluran air/ drainase yang tersumbat sampah maupun endapan wallet yang tidak tergali.

Wilayah-wilayah yang terdapat genangan adalah wilayah RW. 06 (Jalan Raya Tlogomas Gg. II, III, IV dan V), wilayah RW. 07 (Jalan Raya Tlogomas depan Ruko Suzuki Motor Tlogomas Cs.) dan wilayah RW. 05 (Jalan Raya Tlogomas sebelah Timur SPBU Tlogomas). Genangan pada musim hujan yang terjadi di wilayah tersebut dapat berdampak pada kerusakan badan jalan dan dapat menimbulkan wabah penyakit.

Keluarga Miskin (Gakin)

Masyarakat Kelurahan Tlogomas merupakan masyarakat peralihan dari masyarakat pedesaan ke masyarakat kelurahan dengan mata pencaharian yang bermacam-macam  Jumlah penduduk seluruhnya menurut profil tahun 2006 berjumlah : 15.190. orang. Dengan komposisi Keluarga Miskin berjumlah 179 Kepala Keluarga. (KK). Dengan jumlah total 895 orang hidup dibawah garis kemiskinan.

Pedagang dengan jumlah kurang lebih 205 orang, petani terdiri pemilik 18 orang dan buruh tani 457 orang, sektor bangunan mulai dari tukang dan kuli berjumlah 158, sopir 123 orang, pensiunan 108 orang, Pegawai Negeri Sipil 520 orang, Karyawan Swasta  243 orang, TNI/ Polri 47 orang, Lansia 85 orang.

Bagikan informasi ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *