Pilihan

MENAPAKTILASI JEJAK PARA SESEPUH

Upaya menggali kearifan dari peradaban keemasan leluhur Tlogomas

TlogomasNews. Nawak Ngalam. Kamis malam, 22 Februari 2024 di hari jadi Tlogomas yang ke -176, ditengah dinginnya malam setelah hujan deras sore hari, Lurah beserta Seklur dan staf dengan para tokoh masyarakat, ulama dan beberapa warga kelurahan Tlogomas napak tilas dalam Rangka Bersih Desa, mengungkap kembali petilasan makam para luluhur dan situs2 yang menjadi cikal bakal wilayah Tlogomas. Dengan mengusung tema Nunggal Niat, Nunggal Tekad Anggayuh Nyatane Kajat acara tersebut disusun dengan tiga kegiatan  meliputi kegiatan Khotmil Qur’an, Tasyakuran potong Tumpeng, dan panjatan doa untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat kelurahan Tlogomas, kemudian sebagai acara inti adalah Napak Tilas ke Tiga Situs yang dikeramatkan, yaitu petilasan mbah Aruman, Situs Watu Gong dan makam mbah Ider

Setelah berkumpul di kelurahan, dengan semangat berangkatlah rombongan warga  Tlogomas menuju petilasan Mbah Aruman. Situs yang letaknya di wilayah RW 05 kelurahan Tlogomas ini lebih dikenal khalayak dengan nama situs Karuman. Suasana begitu  khidmad dan khusuk ketika panjatan doa yang di pimpin oleh seorang tokoh agama setempat, aroma harum dupa menambah kesakralan. Ketika usai acara ziarah ke makam mbah Aruman waktu tepat masuk Isya dan adzanpun berkumandang di sebuah mushola yang diapit antara SD Tlogomas dan area makam mbah Aruman maka rombongan melaksanakan sholat Isya berjamaah

Dari situs Karuman, rombongan bergerak menuju RW 03 kelurahan Tlogomas. Di sini rombongan disambut oleh warga setempat. Situs Watu Gong, yang menjadi pusat sejarah Tlogomas, bahkan wilayah2 lainnya dibawah kekuasaan kerajaan Kanjuruhan. Ugo rampe dan beberapa bakaran dupa mengiringi kegiatan prosesi napak tilas di wilayah petilasan Watu Gong.

Terakhir, jam sudah menunjukkan pukul 21.00 wib rombongan masih bergerak menuju makam Mbah Ider. Makam yang terletak di RW 06 Kelurahan Tlogomas nampak bersih terawatt dengan baik. Letaknya yang berada di tengah tengah pemukiman warga yang mayoritas pendatang baru serta mahasiswa kost sepertinya abai dengan keberadaan makam mbah Ider. Sejarah sudah tergerus kemajuan jaman. Warga Pendatang dengan berbagai macam latar belakang disibukkan dengan urusannya masing masing.

Inilah salah satu upaya warga Tlogomas untuk menguak kembali petilasan cikal bakal Tlogomas. Babinsa Kelurahan Tlogomas yang juga mengikuti kegiatan petilasan ini sangat berharap adanya perhatian dari dinas khususnya dinas pariwisata kota malang untuk ikut mendata dan melestarikan kelangsungan situs situs sejarah yang ada di wilayah Tlogomas agar kita tak akan kehilangan sejarah hingga nanti anak cucu kita.

Kemudian rombongan kembali ke kelurahan Tlogomas untuk melaksanakan puncak acara Bersih Desa dalam rangka HUT ke-176 ( 22 Februari 1846). Warga masyarakat begitu antusias mengikuti kegiatan, terlihat memenuhi aula Gedung Serbaguna. Tampak hadir juga dua puluh anak yatim yang diundang secara khusus untuk menerima Santunan Anaka Yatim dari penyelenggara

Acara Bersih Desa menurut  Arwanto, Lurah Tlogomas adalah ungkapan pengharapan, dan ungkapan persaudaraan, dimana rasa syukur itu ditujukan kepada Tuhan YME yang telah memberikan limpahan nikmat di tahun 2024  ini sekaligus harapan untuk mewujudkan masyarakat yang madiri, kreatif, berdaya saing dan berbudaya untuk mewujudkan Kelurahan Tlogomas  yang lebih sejahtera.

Pewarta          : @Suhar_gito18